SUKABUMI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi memanfaatkan momentum reses anggota DPRD Kota Sukabumi Masa Persidangan ke-II Tahun 2025–2026 sebagai ruang sosialisasi langsung program-program strategis perusahaan kepada masyarakat.
Sosialisasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses Agus Rakhman Mustafa, Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, yang berlangsung di Kecamatan Gunungpuyuh, Sabtu (07/02/2026). Hadir langsung dalam kegiatan itu Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi Periode 2026–2031, Dian Afriyandi, yang baru saja dilantik.
Dalam pemaparannya, Dian Afriyandi menjelaskan sejumlah program prioritas PDAM yang akan segera dijalankan dalam waktu dekat, mulai dari program sambungan air bersih dengan sistem cicilan, peningkatan jumlah pelanggan, penurunan tingkat kehilangan air, hingga peluncuran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan PDAM Kota Sukabumi adalah Sambal Goang, singkatan dari Sambungan Langganan Angsuran. Program ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat yang ingin menjadi pelanggan PDAM namun terkendala biaya pemasangan awal.
“Terkait program PDAM ke depan, kebetulan untuk bulan ini kami mengadakan program Sambal Goang, yaitu sambungan langganan dengan sistem angsuran. Jadi masyarakat yang ingin berlangganan PDAM bisa mencicil biaya pemasangan, tanpa bunga, tanpa tambahan apa pun, dan bisa dicicil selama enam bulan,” ujar Dian Afriyandi.
Selain itu, PDAM Kota Sukabumi juga merencanakan program pemasangan sambungan baru secara gratis yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pertumbuhan pelanggan PDAM.
Dian mengungkapkan, saat ini jumlah pelanggan PDAM Kota Sukabumi masih berada di angka 19.827 pelanggan, sehingga masuk kategori PDAM kecil.
“Kita masih di bawah 20 ribu pelanggan. PDAM disebut kecil karena jumlah pelanggan masih di bawah 50 ribu. Harapannya ke depan, dengan berbagai program ini, kita bisa tumbuh menjadi PDAM kategori sedang dengan pelanggan di atas 50 ribu,” jelasnya.
Dian juga menyebutkan bahwa salah satu pekerjaan rumah besar yang menjadi atensi Wali Kota Sukabumi adalah penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).
“Pak Wali menyampaikan beberapa PR besar. Pertama adalah penurunan LRW atau kehilangan air, kemudian yang kedua pertumbuhan pelanggan. Dua hal ini menjadi fokus utama kami ke depan,” ungkapnya.
Penurunan NRW dinilai krusial karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional dan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Inovasi lain yang disiapkan PDAM Kota Sukabumi adalah peluncuran produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Dian menyebutkan, jika tidak ada kendala, AMDK PDAM Kota Sukabumi akan diluncurkan pada Februari 2026.
Peluncuran AMDK diharapkan tidak hanya menambah sumber pendapatan PDAM, tetapi juga menjadi alternatif air minum yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Dengan berbagai terobosan tersebut, PDAM Kota Sukabumi menargetkan peningkatan kualitas layanan air bersih, perluasan jangkauan pelanggan, serta penguatan kinerja perusahaan daerah secara berkelanjutan.






