Garut, reaksinusantaranews.com – PTPN I Regional 2 melaksanakan program recovery lahan eks PMDK di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Kebun Cisaruni, tepatnya di Afdeling Cisaruni Blok Jengkot 3, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemulihan lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana ekologis akibat menurunnya fungsi lahan.
Kegiatan penanaman kayu tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikajang, antara lain Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono, Danramil 1116/Cikajang Kapten Inf Cacu Ruswandi, Camat Cikajang yang diwakili Sekretaris Camat Ratu Ayu Dinar Wira Pertiwi, General Manager (GM) Teh On Farm Irwan Kurniawan, S.P., serta Manager PTPN I Regional 2 Kebun Cisaruni Adi Sukmawadi, S.E.
Turut hadir Paguyuban Kolaborasi Hijau, Forum Peduli Cikajang (FPC), pemerintah kecamatan, berbagai unsur LSM, ormas, komunitas lingkungan, para penggarap, serta karyawan perkebunan.
Penanaman dilakukan di lahan eks PMDK yang saat ini dimanfaatkan oleh salah seorang warga Desa Margamulya bernama Bagja. Lahan tersebut merupakan bagian dari kawasan HGU PTPN I Regional 2 yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan fungsi ekologis akibat alih fungsi menjadi lahan pertanian.
Melalui program recovery ini, PTPN I Regional 2 menegaskan pendekatan pemulihan lingkungan yang mengedepankan dialog, kolaborasi, serta tetap memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan di sekitar wilayah perkebunan.
Dalam sambutannya, General Manager (GM) Teh On Farm, Irwan Kurniawan, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengembalikan fungsi lahan perkebunan agar kembali hijau, produktif, dan aman secara ekologis. Ia menyebutkan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Bandung Selatan, seperti Pangalengan, dengan tingkat kerusakan lahan yang hampir serupa.
Pemulihan kawasan ini dinilai penting mengingat kerusakan lahan perkebunan berpotensi memicu bencana longsor dan banjir, terutama pada musim hujan. Dengan penghijauan kembali, daya serap air diharapkan meningkat sehingga dapat menjadi upaya mitigasi bencana demi keselamatan masyarakat Cikajang dan sekitarnya.
Sementara itu, Manager PTPN I Regional 2 Kebun Cisaruni, Adi Sukmawadi, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni.
“Kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Penanaman ini harus diikuti dengan komitmen pemeliharaan. Pohon-pohon yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh, hidup, dan memberi manfaat. Ini bagian dari recovery aset perkebunan yang kami lakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang ditempuh mengedepankan kebersamaan dan kepedulian agar terbangun rasa memiliki terhadap lahan dan lingkungan.
Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menyampaikan bahwa gerakan penghijauan merupakan panggilan moral untuk menjaga alam.
“Kami percaya menjaga lingkungan bukan hanya tugas satu pihak. Kolaborasi Hijau akan terus menggelorakan semangat menanam dan merawat sebagai bentuk tanggung jawab bersama demi masa depan anak cucu,” katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait persoalan hukum yang masih berjalan, Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono menegaskan bahwa kegiatan penghijauan dan recovery lahan tidak berkaitan dengan proses penegakan hukum yang tengah dilakukan aparat.
“Proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Kegiatan recovery aset dan penghijauan ini berdiri sendiri sebagai upaya pemulihan lingkungan dan pengamanan kawasan. Tidak ada kaitannya dengan upaya menghambat atau menghentikan proses hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Polsek Cikajang mendukung langkah-langkah pemulihan lingkungan yang dilakukan secara kolaboratif selama bertujuan untuk kepentingan bersama dan keberlanjutan lingkungan.
Senada, Sekretaris Camat Cikajang, Ratu Ayu Dinar Wira Pertiwi, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
“Menanam itu relatif mudah, tetapi merawat adalah bentuk tanggung jawab. Pemerintah sangat mengapresiasi langkah konkret ini sebagai bagian dari upaya menyelamatkan lingkungan,” ujarnya.
Melalui program recovery lahan eks PMDK ini, PTPN I Regional 2 Kebun Cisaruni bersama seluruh pemangku kepentingan berharap kawasan perkebunan dapat kembali berfungsi sebagai daerah resapan air, penyangga ekosistem, serta benteng ekologis untuk mencegah bencana di wilayah Cikajang dan sekitarnya.






