SUKABUMI – Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hillsi, Hipki, dan FPOK berlangsung di Gedung Juang 45, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antar lembaga kursus dan pelatihan (LPK) dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan siap kerja.
Ketua panitia pelantikan, Hendra Bachtiar, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengukuhan organisasi mitra (ormit) tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan pengukuhan organisasi mitra yang terdiri dari DPC Hillsi, Hipki, dan FPOK,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, ketiga organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM melalui program pelatihan dan pendidikan nonformal. Ke depan, masing-masing organisasi diharapkan mampu menjalankan amanat dengan optimal, terutama dalam mendukung kebutuhan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

Menurut Hendra, masa kepengurusan organisasi tersebut berlangsung selama lima tahun, yakni periode 2026–2031, dan dapat diperpanjang maksimal dua periode sesuai dengan AD/ART.
“InsyaAllah, kami menyiapkan SDM untuk kebutuhan dunia industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa LPK bahkan telah fokus pada penempatan tenaga kerja ke negara seperti Jepang dan Australia,” jelasnya.

Ia menambahkan, Hillsi selama ini bermitra dengan Dinas Tenaga Kerja dalam bidang pelatihan ketenagakerjaan. Sementara itu, Hipki dan FPOK lebih banyak bersinergi dengan sektor pendidikan.
Hendra juga optimistis keberadaan LPK dapat mendukung target pemerintah dalam penempatan 3.500 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri.
“Kami menargetkan penyerapan tenaga kerja ke Jepang tahun ini bisa mencapai 500 orang, mengingat peluangnya cukup besar,” katanya.
Selain itu, ia mengapresiasi adanya dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI yang dinilai sangat membantu calon pekerja migran.
“Dengan adanya pembiayaan, termasuk KUR PMI tanpa jaminan, para calon pekerja dapat memperoleh dana talangan untuk proses keberangkatan. Ini tentu sangat membantu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Eri Duanawati, menyatakan bahwa kehadiran Hillsi, Hipki, dan FPOK diharapkan dapat memperkuat peran pendidikan nonformal di daerah.
“Kami berharap ketiga organisasi mitra ini dapat membantu Dinas Pendidikan, khususnya dalam pengembangan pendidikan nonformal melalui berbagai program kursus dan pelatihan,” ujarnya.
Menurut Eri, keberadaan LPK membuka peluang bagi masyarakat yang belum sempat mengenyam pendidikan formal untuk tetap meningkatkan keterampilan dan kecakapan hidup.






