CIANJUR – Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur Periode 2026–2031, yang dimulai sejak 13 April 2026, hari ini Senin (27/4/2026) dijadwalkan ditutup. Salah satu pendaftarnya adalah Diny Diana Farida, SH.
Aktivis perempuan yang akrab disapa Bunda Rini oleh rekan-rekan sesama aktivis dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cianjur itu mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan BAZNAS dengan niat ingin berkontribusi lebih luas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Cianjur.
Dengan latar belakang pengalaman di bidang sosial dan hukum, ia dinilai memiliki potensi dalam memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam dokumen daftar riwayat hidup yang diserahkan, Diny Diana Farida, kelahiran Cianjur tahun 1975, memiliki riwayat pendidikan formal yang dimulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Ia juga aktif mengikuti pendidikan nonformal, termasuk pelatihan advokat pada tahun 2020 serta keterlibatan dalam yayasan bantuan hukum.
Pengalaman kerja yang dimiliki Diny juga menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai bidang, termasuk lembaga sosial dan organisasi masyarakat. Pada periode 2023-2026, ia tercatat aktif dalam sebuah lembaga, yang semakin memperkuat kapasitasnya dalam manajemen organisasi dan pelayanan publik.
Tidak hanya itu, pengalaman organisasi yang dimilikinya sejak tahun 2020 turut menjadi nilai tambah dalam proses seleksi. Diny pernah menjabat sebagai anggota dalam sebuah organisasi, yang memberinya pengalaman dalam bekerja secara kolektif serta memahami dinamika kepemimpinan.
Keikutsertaan Diny Diana Farida dalam seleksi calon pimpinan BAZNAS tersebut diharapkan dapat membawa perspektif baru, khususnya dalam penguatan peran perempuan di lembaga pengelola zakat.
Selain itu, komitmennya dalam bidang sosial dan hukum juga dinilai relevan dengan tugas BAZNAS dalam mendistribusikan zakat secara tepat sasaran.
Proses seleksi pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur, yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Cianjur itu sendiri akan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga wawancara.
Tim seleksi yang terdiri dari perwakilan Pemkab Cianjur, Kemenag Cianjur dan sejumlah ahli dari kalangan independen, menargetkan terpilihnya figur-figur terbaik yang memiliki integritas, kompetensi, serta komitmen terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.






