Baksos Lintas Umat Beragama ke-12. Bobby: “Kota Sukabumi Diundang Pemerintah Guangzhou Tiongkok Presentasikan Sebagai Kota Toleran”

Daerah67 Dilihat

SUKABUMI – Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Lintas Umat Beragama ke-12 dengan tema “FKUB Peduli Sejahterakan Umat untuk Kota Sukabumi Bercahaya” digelar di Lapang Apel Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Sukabumi, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cikole, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tersebut dihadiri berbagai tokoh lintas agama, unsur pemerintah, serta masyarakat. Agenda ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial antarumat beragama di Kota Sukabumi.

Wakil Walikota Sukabumi, Bobby Maulana saat memberikan sambutannya di halaman kantor Kesbang Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kebersamaan lintas agama merupakan modal penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan di daerah.
“Kita dengan lintas agama, kemudian dengan siapa saja selalu menjalin persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Ia berharap semangat toleransi yang selama ini terjaga di Kota Sukabumi dapat terus ditingkatkan, bahkan mampu mengantarkan kota ini masuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia.
“Harapannya semoga Kota Sukabumi ke depan bisa masuk ke dalam posisi lima atau tiga besar kota toleran,” katanya.

Menurutnya, iklim toleransi tidak hanya berdampak pada kerukunan masyarakat, tetapi juga membawa efek positif bagi pembangunan daerah. Bahkan, Kota Sukabumi saat ini mendapat undangan dari Guangzhou, Tiongkok, untuk mempresentasikan kondisi toleransi dan kerukunan di daerah tersebut.

“Kita juga mendapatkan undangan di Guangzhou, China untuk mempresentasikan di sana. Itu luar biasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kedamaian dan kerukunan antarumat beragama dapat menimbulkan multiplier effect, termasuk meningkatkan kepercayaan investor dari luar negeri.
“Multiplier effect-nya adalah kita bisa mendapatkan investasi dari luar negeri, karena mereka percaya Kota Sukabumi ini kota yang aman. Indonesia memang dominan muslim, tapi ketika kita menunjukkan toleransi, itu sangat bernilai di mata dunia,” tambahnya.

Kemenag Kota Sukabumi, Samsul Fuad saat diwawancarai media di Halaman kantor Kesbang Kota Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Syamsul Fuad, mengatakan bahwa upaya menjaga predikat kota toleran terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kolaboratif lintas agama.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan penilaian Setara Institute, Kota Sukabumi masih menempati posisi pertama di Jawa Barat dan peringkat keenam secara nasional sebagai kota toleran.
“Untuk mempertahankan predikat kota toleran di Jawa Barat menurut Setara Institute, hari ini kita masih mendapatkan peringkat ke-1 di Jawa Barat dan ke-6 tingkat nasional,” jelasnya.

Namun demikian, menurutnya masih banyak upaya yang harus dilakukan agar posisi tersebut dapat ditingkatkan.
“Sesuai target yang disampaikan Pak Wakil, kita minimal ingin lima besar, bahkan harus tiga besar. Usaha-usaha itu terus kita lakukan melalui kerja sama dengan lintas agama dan tokoh-tokoh agama,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, kegiatan Baksos Lintas Umat Beragama yang diselenggarakan FKUB ini merupakan salah satu upaya memperkuat kerukunan sekaligus menebarkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan acara ini dan berkah Ramadan, semuanya mendapatkan keberkahan. Khususnya tokoh-tokoh lintas agama dapat merasakan keberkahan di bulan Ramadan ini,” pungkasnya.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *