Bendung DBMC Porak-poranda, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Sukaresmi Terancam Kekeringan

Berita Utama, Sorot219 Dilihat

CIANJUR | reaksinusantaranews.com – Dampak dari hancurnya bendung darurat di Dusun Cicongkok, Desa Kubang, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, ratusan hektar lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sukaresmi terancam kekeringan. Persawahan kekurangan air, begitu juga dengan petani sayuran kesulitan air untuk menyiram tanamannya.

Anggota BPD Kubang wakil dari Cicongkok, Wawan, mengatakan, hektaran lahan pertanian tersebut mengandalkan pengairan yang disuplai air baku irigasi dari bendungan darurat yang dikenal bendung Dauwan Batu Masigit Cicongkok (DBMC).

“Setiap Sungai Cibeet banjir bendung DBMC selalu jebol, bahkan porakporanda diterjang luapan sungai. Kejadian tersebut sudah sekian kalinya,” ujar Wawan, Jumat (24/10/2025)

Menurut Wawan, upaya para petani untuk mengairi lahannya, bergerak membangun kembali bendungan darurat secara bergotong-royong disaat aliran Sungai Cibeet dalam keadaan normal, yakni dengan cara menumpukan bantalan karung berisi tanah dan bongkahan bebatuan serta memasang patok bambu sebagai penahan gundukan material bendung yang membentang sekitar 50 meter.

“Para petani berharap pemerintah membangun bendungan berkonstruksi beton agar tahan dari terjangan luapan Sungai Cibeet,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Kubang, Agus Supiyan Hidayat menambahkan bendung DBMC merupakan bendungan darurat yang manfaatnya sangat besar. Bendungan ini mampu mensuplai air baku dari Sungai Cibeet melalui irigasi mengairi sekitar 200 hektar lahan pertanian di Desa Kubang dan Desa Sukamahi. Namun bendung DBMC berkali-kali porak-poranda dan dibentuk lagi sehingga warga sering mengeluh.

Agus mengungkapkan permintaan warga agar dibangun bendungan konstruksi beton sempat diajukan dalam Musyawarah Desa (Musdes) penetapaan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPedes) Tahun Anggaran 2026.

Sedangkan anggaran rehabilitasi untuk peningkatan bendung DBMC berkontraksi beton dihitung-hitung membutuhkan biaya besar yang diperkirakan di atas Rp500 juta.

“Bila pembangunan bendung DBMC menggunakan dana desa, itu tidak memadai. Sebab infrastruktur yang ada di wilayah Desa Kubang masih banyak memerlukan perhatian perbaikan,” katanya.***

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *