BUMDes Bangkit Mekarsari Gandeng Polsek Bayongbong, Gas Penanaman Jagung Hibrida

Daerah15 Dilihat

GARUT — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangkit Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, berkolaborasi dengan Polsek Bayongbong, jajaran Polres Garut, dalam program penanaman jagung hibrida untuk pakan ternak.

Kerja sama ini merupakan bagian dari program Polri menanam jagung sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan yang tengah digencarkan BUMDes Bangkit Mekarsari di tingkat desa.

Tahap Kedua Setelah Sukses 2025

Sekretaris BUMDes Bangkit Mekarsari, Feri Citra Burama, menjelaskan bahwa penanaman jagung hibrida bersama Polsek Bayongbong merupakan tahap kedua setelah program serupa dinilai berhasil pada 2025.

Memasuki awal 2026, program tersebut telah diluncurkan secara serentak di tingkat Polda Jawa Barat dengan target penanaman 750 hektare jagung hibrida di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Alhamdulillah, kami sangat antusias ketika ditawari kerja sama oleh Polsek Bayongbong, karena program ini sejalan dengan program BUMDes, yaitu ketahanan pangan. Kami juga mendapat amanah mengelola dana penyertaan modal desa sebesar 20 persen dari anggaran dana desa tahun 2025 yang diperuntukkan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Feri, Minggu (2/3/2026).

Jagung Hibrida Dinilai Strategis

Feri menuturkan, jagung hibrida memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Komoditas ini menjadi bahan baku utama dalam industri pakan ternak maupun perikanan.

“Baik sektor peternakan maupun perikanan menggunakan jagung hibrida sebagai bahan utama pakan. Karena itu, keberadaannya sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan. Hal inilah yang membuat pemerintah fokus mengembangkan budidaya jagung hibrida,” katanya.

Ia berharap sinergi antara BUMDes dan aparat kepolisian ini tidak hanya meningkatkan produksi jagung hibrida di wilayah Bayongbong, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari desa melalui kerja sama lintas sektor yang terencana dan berkelanjutan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *