Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot, Seorang Lansia di Cibeber tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Berita Utama, Sorot229 Dilihat

CIANJUR | reaksinusantaranews.com – Ma Ipah (75) warga Kp. Ciloncat Lio, Desa Cibadak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, tinggal dalam gubuk reot yang tidak layak huni.

Pemerintah desa setempat sudah berupaya mengajukan bantuan program rutilahu atau bedah rumah ke dinas terkait di Kabupaten Cianjur. Namun tak pernah ada realisasi bantuan apa pun terhadap nenek renta yang hidup sebatang kara tersebut. Padahal, kondisi rumah bambu yang ditempatinya sudah miring dan nyaris ambruk.

Ma Ipah yang hidup sebatang kara tersebut bermukim di gubuk bambu berukuran 3×4 meter yang terdampak gempa bumi berulang-ulang semenjak tahun 2023 sampai saat ini tidak pernah ada perhatiannya dari Dinas Perkim atau Pemkab Cianjur.

Kendati hidup sebatang kara di dalam gubuk reot, Ma Ipah tak pernah takut dalam mempertahankan hidupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibadak, Elan Hermawan, mengatakan bahwa pihak pemerintah desa sudah berusaha mengajukan bantuan renovasi rutilahu pada Dinas Perkim Cianjur, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

“Kondisi rumah Ma Ipah hanya berdindingkan bilik bambu yang sudah bolong-bolong. Benar-benar memprihatinkan. Pemerintah desa hanya bisa secara rutin memberikan bantuan seperti sembako dan BLT DD untuk bisa bertahan hidup. Kalau bangun atau bedah rumah dari anggaran DD jelas tidak bisa,” terang Elan Hermawan saat memberi bantuan sembako kepada Ma Ipah, Kamis (2/10/2025).

Elan Hermawan berharap kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur dan pemerintah pusat dapat segera memberikan bantuan perbaikan rutilahu atau bedah rumah yang telah diajukan oleh pihak Pemdes Cbadak.

“Di Desa Cibadak sendiri saat ini terdapat 30 unit rutilahu. Mudah-mudahan semua rutilahu dapat diperbaiki oleh pemerintah,” pungkasnya.***

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *