Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi Sidak Dua Sekolah di Jalan Siliwangi

Sorot61 Dilihat

SUKABUMI – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, melakukan monitoring pelaksanaan program MBG di dua sekolah yang berada di Jalan Siliwangi, yakni SDN Kebonjati dan SMPN 5 Kota Sukabumi, Selasa (2/3/2026).

Kegiatan monitoring tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, para kepala sekolah, PIC MBG masing-masing sekolah, serta disaksikan langsung oleh Kepala SPPG dan ahli gizi.

Dalam keterangannya, Andri Setiawan menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan, menu MBG yang dibagikan kepada siswa rata-rata berupa makanan kering.

“Bulan Ramadan ini rata-rata menunya kering, karena untuk menjelang buka puasa,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang jelas kepada para penerima manfaat, khususnya orang tua siswa, terkait pembagian porsi dan nilai anggaran dalam program MBG.

Menurut Andri, terdapat dua kategori porsi dalam program tersebut. Untuk balita hingga siswa kelas 1 sampai kelas 3 SD mendapatkan porsi kecil senilai Rp8.000. Sementara siswa kelas 4 SD hingga SMA, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, memperoleh porsi besar senilai Rp10.000.

“Saya sudah sampaikan bahwa porsi kecil itu dari mulai balita sampai kelas 3 SD dengan nilai Rp8.000. Sedangkan dari kelas 4 SD sampai SMA, termasuk ibu menyusui dan ibu hamil, itu porsi besar Rp10.000,” jelasnya.

Andri berharap ketentuan tersebut dapat dipahami seluruh penerima manfaat dan orang tua siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

Selain itu, ia juga meminta Kepala SPPG untuk mencantumkan daftar menu atau rincian harga makanan dan minuman dalam setiap kantong MBG sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

“Saya minta agar dicantumkan daftar atau rincian harga makanan dan minuman dalam kantong MBG supaya transparan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki dua peran dalam pelaksanaan program MBG.

“Posisi Dinas Pendidikan memiliki dua peran. Pertama sebagai penerima manfaat di satuan pendidikan, kemudian secara institusi juga merupakan bagian dari Satgas MBG,” ungkapnya.

Karena menjadi bagian dari Satgas, lanjut Novian, Dinas Pendidikan berkepentingan melakukan monitoring untuk memastikan program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

“Kami ingin memastikan program MBG berjalan dengan baik serta berbagai keluhan dan harapan masyarakat bisa terakomodasi. Dinamika perubahan itu selalu ada di setiap program,” pungkasnya.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *