Kolaborasi Hijau Garut dan KANIBAL Tegaskan Komitmen Recovery Lahan Eks PMDK di Blok Jengkot 3

Daerah82 Dilihat

Garut — Sinergi lintas komunitas dan pemangku kepentingan kembali ditunjukkan dalam kegiatan Kolaborasi Hijau ke-58 yang dilaksanakan di lahan eks PMDK PTPN I Regional II Kebun Cisaruni, tepatnya di Afdeling Cisaruni, Blok Jengkot 3, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Komunitas Katana Jimny Brotherland (KANIBAL) Cikajang, para penggarap lahan eks PMDK, serta mendapat dukungan dari pihak PTPN. Kolaborasi tersebut menegaskan komitmen bersama dalam pemulihan dan pemeliharaan lahan secara berkelanjutan.

Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menyampaikan bahwa Blok Jengkot 3 menjadi contoh nyata recovery lahan yang tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada tahap perawatan dan penjagaan bersama.

“Bibit yang kami tanam sekitar satu bulan lalu masih utuh dan tumbuh dengan baik. Ini menunjukkan adanya kesadaran serta tanggung jawab para penggarap. Recovery lahan hanya akan berhasil jika ada komitmen bersama,” ujar H. Jaeni.

Ia menjelaskan, selain tanaman kopi, hingga saat ini telah ditanam sekitar 551 bibit pohon di lahan eks PMDK Blok Jengkot 3, yang terdiri dari jenis Kayu Manis, Manglid, Loa, dan Beringin. Keanekaragaman tanaman tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis lahan dan menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan hulu.

Sementara itu, Ketua KANIBAL Cikajang, Mistar, menegaskan bahwa keterlibatan komunitas otomotifnya merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam.

“Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai penikmat jalur off-road. Kecintaan terhadap alam harus diiringi dengan kepedulian untuk menjaganya. Kegiatan ini sejalan dengan nilai yang kami pegang,” katanya.

Dari unsur penggarap, Bagja menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program recovery aset/lahan eks PMDK yang digagas PTPN. Menurutnya, kunci keberhasilan program ini terletak pada pemeliharaan pascatanam.

“Menanam bukan akhir dari proses. Yang terpenting adalah merawatnya agar tumbuh besar dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.

Sekretaris Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, Cepi Gantina, menambahkan bahwa pada Kolaborasi Hijau ke-58 dilakukan penanaman 31 bibit tambahan jenis Manglid, Loa, dan Beringin. Selain penanaman, kegiatan juga difokuskan pada pengecekan dan pemeliharaan tanaman, seperti pemasangan ajir, pengikatan batang, serta pembersihan gulma.

“Recovery lahan tidak cukup hanya menanam. Hari ini kami memastikan tanaman dirawat dengan baik agar tumbuh optimal,” jelas Cepi.

Melalui kolaborasi antara Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, KANIBAL, para penggarap, dan pihak PTPN, Blok Jengkot 3 disepakati sebagai blok percontohan recovery lahan eks PMDK. Antusiasme penggarap dan konsistensi kolaborasi menjadi modal utama dalam mewujudkan pemulihan lahan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi lingkungan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *