GARUT — Kolaborasi Hijau ke-52 kembali digelar sebagai wujud nyata Bela Negara yang membumi dan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan tema Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025, “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.” Gerakan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi konkret penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai ikhtiar menjaga kelestarian alam sekaligus menanam harapan bagi masa depan bangsa.
Kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon dilaksanakan di kawasan Gunung Congkrang, wilayah HGU PTPN I Regional 2 Kebun Cisaruni, tepatnya di Kampung Ciarileu, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Aksi hijau ini secara khusus digelar dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Cikajang, para kepala UPT se-Kecamatan Cikajang, Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam penanaman dan pemeliharaan bibit tanaman.
Camat Cikajang, Riyana Tasripin, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kolaborasi Hijau yang telah memasuki pelaksanaan ke-52. Menurutnya, semangat yang diusung Kolaborasi Hijau sangat selaras dengan nilai-nilai Bela Negara.
“Tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju sangat relevan dengan kegiatan ini. Menjaga lingkungan adalah bagian dari Bela Negara. Ketika masyarakat terlibat langsung dalam merawat alam, maka nilai pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa tumbuh secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kolaborasi Hijau Garut, H. Jaeni, menegaskan bahwa Kolaborasi Hijau merupakan gerakan kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya kawasan hulu yang memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat.
“Kolaborasi Hijau bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam kesadaran bersama. Kesadaran bahwa menjaga hutan dan lingkungan adalah bagian dari Bela Negara dan fondasi bagi Indonesia yang maju di masa depan,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Cepi Gantina, Relawan Gema Bela Negara–YBPBN, menekankan bahwa Kolaborasi Hijau ke-52 merupakan cerminan Bela Negara yang membumi dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kolaborasi Hijau ke-52 hadir sebagai wujud Bela Negara yang sesungguhnya. Bukan hanya merawat tanah tempat kita berpijak, tetapi juga menanam harapan untuk Indonesia yang lebih kuat. Setiap bibit adalah doa, setiap langkah adalah pengabdian. Mari bersama hijaukan Gunung Congkrang demi negeri yang kita cintai,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kolaborasi Hijau kembali menegaskan komitmennya bahwa menjaga hutan dan lingkungan merupakan bentuk pengabdian jangka panjang kepada bangsa dan negara. Dari lereng Gunung Congkrang, semangat Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju ditanam, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.






