PJS Kades Bunikasih Tekankan Pelayanan Kemanusiaan di Tengah Dinamika Anggaran Desa

Desa, Sorot106 Dilihat

CIANJUR — Penjabat Sementara (PJS) Kepala Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Ahmad Rusyana, memprioritaskan pelayanan kemanusiaan bagi kelompok rentan, khususnya lanjut usia (lansia) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), di tengah penyesuaian penggunaan anggaran desa.

Ahmad Rusyana menyampaikan bahwa meskipun terdapat penundaan sejumlah pembangunan fisik akibat penyesuaian anggaran yang telah ditetapkan pemerintah, roda pemerintahan desa serta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami menjalankan pemerintahan desa sesuai regulasi. Penyesuaian anggaran tidak menjadi penghalang untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ahmad Rusyana, Kamis (18/9/2025).

Ia menjelaskan, selama menjalankan tugas sebagai PJS, pelayanan kemanusiaan menjadi fokus utama, terutama bagi warga yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan administrasi dan sosial. Bersama perangkat desa serta unsur RT dan RW, pihaknya turun langsung melakukan pendataan terhadap lansia dan ODGJ yang belum memiliki dokumen kependudukan.

Menurutnya, masih ditemukan sejumlah lansia yang belum memiliki KTP, sehingga mengalami kendala dalam mengakses bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Untuk itu, pemerintah desa melakukan pendampingan langsung, termasuk mengantar warga ke tingkat kecamatan untuk pengurusan administrasi.

“Para lansia kami dampingi secara langsung, bahkan hingga ke kecamatan, agar mereka memiliki identitas kependudukan,” katanya.

Dari hasil pendataan dan pendampingan tersebut, sejumlah lansia dan ODGJ kini telah memiliki dokumen kependudukan sehingga dapat mengakses berbagai program bantuan pemerintah. Ahmad Rusyana juga mengapresiasi pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Warungkondang yang dinilainya cepat dan responsif terhadap kebutuhan warga berkebutuhan khusus.

Sementara itu, terkait aspirasi warga mengenai pencairan Dana Desa tahap kedua, Ahmad Rusyana menyebut hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi di masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan stabilitas desa.

“Sebagai PJS, tugas kami adalah memastikan pemerintahan tetap berjalan dan masyarakat tetap terlayani,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan dan seluruh program desa dapat berjalan sesuai ketentuan serta kebutuhan warga.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *