Wali Kota Sukabumi Dorong Persatuan Ulama dan Ormas untuk Wujudkan Kota Adil dan Lebih Baik

Daerah11 Dilihat

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mendorong penguatan persatuan antara ulama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai fondasi dalam membangun kota yang adil dan lebih baik.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia di Gedung Pusat Kajian Islam, Jalan Veteran, Kamis (9/4/2026).

Foto (tengah): Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana berfoto bersama jajaran ulama dan tokoh masyarakat dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia di Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Ayep menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk saling memaafkan dan mempererat ukhuwah, khususnya di kalangan ulama dan ormas Islam di Kota Sukabumi.

“Halal bihalal ini kan saling maaf-memaafkan. Majelis ulama ini tempat berkumpul, jadi saling memaafkan di satu tempat berkumpul,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran berbagai unsur ulama dari beragam organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Ummat Islam, Persatuan Islam, hingga kalangan Ahli Sunnah wal Jamaah non-organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep turut memaparkan konsep empat pilar utama pembangunan Kota Sukabumi, yakni ulama (ahli ilmu), umaroh (pemerintah), aghniya (pengusaha), serta masyarakat umum.

“Bagaimana empat pilar ini bersatu untuk membangun Sukabumi yang adil dan baik,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti jumlah ormas di Kota Sukabumi yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mencapai sekitar 500 organisasi. Ke depan, Pemkot Sukabumi akan melakukan pembinaan sekaligus pengklasifikasian ormas berdasarkan skala dan legalitasnya.

“Ormas ini akan kita klasifikasikan, ada yang besar, menengah, kecil hingga lokal. Tidak mungkin semua diperlakukan sama,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan mengalokasikan anggaran dari APBD untuk mendukung pembinaan dan ketertiban ormas, namun bukan untuk kepentingan pembagian proyek.

“Pemkot tidak ada lagi bagi-bagi proyek untuk kepentingan tertentu. Proyek ini diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dalam membangun wilayah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ayep memastikan bahwa penempatan jabatan di lingkungan pemerintahan akan berbasis sistem manajemen talenta, bukan karena kepentingan kelompok tertentu.

Melalui momentum halal bihalal ini, diharapkan sinergi antara ulama, pemerintah, pengusaha, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang harmonis, tertib, dan berkeadilan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *