Ribuan Pelajar Padati Peringatan HKGMN 2026, Bupati Cianjur Ingatkan Pentingnya Gigi Sehat demi Cita-Cita Masa Depan

Pendidikan69 Dilihat

CIANJUR — Suasana Lapang Bojong sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, mendadak riuh dan semarak pada Jumat (11/9/2026) pagi. Ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berkumpul bersatu di lapangan terbuka untuk mengikuti gelaran peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGMN) 2026.

Sejak pagi hari, antusiasme warga bersama anak-anak sekolah tampak membludak. Mereka datang tak hanya untuk mendapatkan fasilitas pemeriksaan gigi secara cuma-cuma, tetapi juga menyerap edukasi berharga mengenai cara merawat kesehatan organ pengunyah tersebut.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian. Berlatar riuh rendah celoteh anak-anak, sang bupati memberikan petuah dan motivasi yang begitu membakar semangat para generasi muda.

Momen Penting Menjaga Senyum Masa Depan

Dalam amanatnya di hadapan ribuan pelajar, Bupati dr. Wahyu Ferdian menyentuh aspek penting yang kerap diabaikan masyarakat kesehatan gigi sebagai penunjang masa depan. Ia menekankan betapa gangguan kesehatan gigi yang sederhana seperti gigi berlubang dapat menjadi penghambat besar saat seseorang berjuang mengejar cita-citanya.

“Untuk anak-anakku dan adik-adikku semua, kesehatan gigi ini sangat penting untuk menunjang kegiatan kita sehari-hari. Kita tentu tidak mau saat belajar atau meraih cita-cita terganggu karena sakit gigi. Oleh karena itu, konsumsi makanan bergizi, jaga kesehatan gigi dengan sikat gigi yang benar, dan rutin periksakan diri ke dokter gigi,” ucap dr. Wahyu disambut tepuk tangan riuh para siswa.

Tak sekadar memberikan imbauan, dr. Wahyu juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan perhelatan sosial berskala besar ini. Apresiasi khusus dialamatkan kepada jajaran produk perawatan gigi Formula yang turut berkontribusi memberikan bantuan nyata bagi warga Cianjur.

“Terima kasih banyak kepada Formula dan jajaran yang telah mendukung rangkaian acara ini, termasuk memberikan donasi 15.000 paket sikat dan pasta gigi. Mudah-mudahan kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan lebih besar lagi di masa mendatang,” pungkas Bupati Cianjur penuh harapan.

Angka Kerusakan Gigi Nasional Masih Memprihatinkan

Kehadiran jajaran tenaga medis dan pakar kesehatan gigi semakin menegaskan betapa krusialnya acara ini. Turut hadir dalam rangkaian kegiatan, Ketua ICD Section XVI Dr. drg. RM Sri Hananto Seno, Sp.BM,(K) MM.

Di hadapan media, drg. Hananto Seno membeberkan realitas memprihatinkan terkait potret kesehatan gigi masyarakat Indonesia. Ia memaparkan bahwa tingkat kerusakan gigi atau karies di Indonesia saat ini masih jauh di atas ambang batas ideal yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia saat ini masih tergolong rendah. Angka karies atau kerusakan gigi masyarakat kita mencapai sekitar 5,1, sementara standar WHO berada di angka 2,5. Artinya, tingkat kerusakan gigi di Indonesia sangat tinggi,” ungkap drg. Hananto Seno di lokasi acara.

Menurut drg. Hananto, pemilihan anak-anak usia SD dan SMP sebagai fokus utama pergerakan edukasi bukanlah tanpa alasan. Usia sekolah merupakan periode emas (golden age) di mana terjadi masa pergantian dari gigi susu menuju gigi permanen.

“Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Untuk masuk TNI, Polri, atau kedinasan lainnya, dibutuhkan kondisi fisik dan gigi yang sehat. Jangan sampai cita-cita mereka terhambat hanya karena masalah gigi,” tegas mantan pengurus organisasi profesi dokter gigi tersebut.

Aksi Nyata dan Demonstrasi di Lapangan

Peringatan HKGM 2026 di Lapang Bojong sabandar tidak hanya diisi dengan tumpukan jargon atau pidato seremonial. Rangkaian acara dikemas interaktif dan aplikatif.

Tim dokter spesialis memperagakan secara langsung teknik menyikat gigi yang tepat yakni gerakan menyapu lembut dari arah gusi menuju ke gigi. Tak hanya itu, disajikan pula demonstrasi ilmiah mengenai ketahanan email gigi serta bahaya paparan zat asam terhadap lapisan pelindung gigi.

Di area pengobatan, antrean warga Kecamatan Karangtengah dan sekitarnya mengular dengan tertib. Mereka memanfaatkan momen berharga ini untuk melakukan konsultasi serta pemeriksaan kondisi gigi keluarga secara gratis.

Menutup pesannya, drg. Hananto Seno mengimbau warga agar mengubah cara pandang (mindset) lama. Masyarakat diharapkan tidak lagi datang ke dokter gigi hanya saat dililit rasa sakit yang tak tertahankan, melainkan membiasakan diri melakukan pemeriksaan berkala minimal enam bulan sekali demi menjaga senyum sehat keluarga Indonesia pungkasnya.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *