BPIP Gandeng DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Cianjur

Pendidikan40 Dilihat

CIANJUR – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan DPR RI menggelar kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan yang berlangsung di Palace Hotel Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/7/2026), dibuka oleh anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran. Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari tokoh lintas agama, pelajar, mahasiswa, serta perwakilan organisasi kepemudaan.

Isfhan Taufik Munggaran mengatakan kegiatan tersebut merupakan program BPIP yang bekerja sama dengan Komisi XIII DPR RI dan telah dilaksanakan untuk ketiga kalinya.

Perwakilan mahasiswa dari STT Cipanas foto bareng dengan Isfhan Taufik Munggaran

“Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat,” ujar Isfhan.

Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau sekadar diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

“Sering kali Pancasila hanya digaungkan, tetapi ketika dihadapkan pada praktik kehidupan, justru ditinggalkan. Karena itu program BPIP ini menjadi sangat penting,” katanya.

Isfhan mengapresiasi kehadiran perwakilan enam agama di Kabupaten Cianjur, pelajar SMK, mahasiswa STT Cipanas, serta tokoh pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta dapat menjadi relawan yang menyebarkan semangat kebajikan Pancasila di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Isfhan juga menyoroti menurunnya moral generasi muda yang dipengaruhi derasnya arus informasi melalui media sosial dan penggunaan gawai tanpa pengawasan.

Isfhan T.Munggaran foto bareng dengan pelajar SMK Pancaniti

Menurutnya, budaya luar sangat mudah masuk melalui gadget sehingga berbagai konten dapat dikonsumsi tanpa penyaringan dan berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Dampak negatifnya terlihat dari berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penguatan karakter bangsa merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Isfhan menilai pembentukan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga. Salah satunya dengan memberikan pengawasan serta membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak, terutama yang masih berusia di bawah lima tahun.

“Pengaruh gadget sangat kuat sehingga perlu ada pengawasan dan pembatasan sejak dini,” pungkasnya.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *