BUMDes Margaluyu Diduga Bermasalah, Warga Minta APH Turun Tangan

Desa, Sorot136 Dilihat

CIANJUR, reaksinusantaranews.com – Sejumlah warga Kampung Margaluyu RT 002 RW 001, Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, menyampaikan keluhan terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai tidak berjalan sesuai perencanaan dan standar pelaksanaan. Keluhan tersebut disampaikan pada Rabu, 30 Desember 2024.

Warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyoroti penggunaan anggaran sebesar 20 persen dari Dana Desa (DD) yang dialokasikan untuk program budidaya ayam petelur. Menurut mereka, program tersebut diduga tidak mempertimbangkan kondisi riil di lapangan serta kelayakan teknis yang memadai.

Sejak tahap awal administrasi, uji kelayakan, hingga pelaksanaan program, warga mempertanyakan fungsi pengawasan dan monitoring dari dinas terkait. Pasalnya, hasil pelaksanaan dinilai tidak optimal dan jauh dari capaian desa lain yang dijadikan percontohan.

Sebagai perbandingan, warga menyebut desa percontohan mampu mengelola budidaya ayam petelur hingga 1.040 ekor dengan fasilitas kandang yang memenuhi standar. Sementara itu, di Desa Margaluyu jumlah ayam petelur yang dikelola hanya sekitar 250 ekor, dengan kondisi kandang yang dinilai belum layak.

Perbedaan signifikan tersebut memunculkan kecurigaan masyarakat terhadap proses perencanaan dan realisasi program BUMDes. Warga mengkhawatirkan adanya ketidaksesuaian antara dokumen administrasi dengan kondisi pelaksanaan di lapangan.

Atas dasar itu, masyarakat Desa Margaluyu mendesak dinas-dinas terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari aspek administrasi, uji kelayakan, hingga pelaksanaan program BUMDes.

Selain itu, warga juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan guna memastikan tidak adanya penyimpangan serta mencegah kemungkinan keterlibatan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pengelolaan anggaran desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Margaluyu maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *