Genjot Produksi, Bupati Cianjur Serahkan Traktor untuk Petani di Sekolah Lapang Alsintan

Daerah8 Dilihat

CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mendorong percepatan tanam dan peningkatan produksi pertanian. Salah satunya melalui kegiatan Sekolah Lapang Pemanfaatan dan Pemeliharaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang dibarengi dengan penyaluran bantuan traktor roda dua kepada kelompok tani.

Kegiatan yang digelar Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur ini dibuka langsung oleh Bupati Cianjur di Bale Kelompok Tani Cirata, Desa Sukasarana, Kecamatan Karangtengah, Jumat (17/04/2026). Sekitar 100 petani dan penyuluh turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sekolah lapang ini menyasar petani dari tiga kecamatan, yakni Cilaku, Cianjur, dan Cibeber. Program tersebut dirancang dalam enam kali pertemuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penggunaan serta perawatan alat dan mesin pertanian.

Kepala Bidang Pertanian DTPHP Cianjur, Inna Ratna Sofia, menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum pelatihan berlanjut secara bertahap.

“Ini baru pembukaan. Selanjutnya akan dilaksanakan enam kali pertemuan agar petani benar-benar memahami penggunaan dan pemeliharaan alsintan,” ujarnya.

Selain sebagai sarana edukasi, program ini juga diarahkan untuk mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT), khususnya pada musim tanam kedua (MT2). Pasalnya, masih terdapat lahan sawah yang belum diolah, sementara target produksi padi terus digenjot.

“Dengan adanya bantuan ini, alsintan yang diterima diharapkan bisa langsung dimanfaatkan untuk pengolahan lahan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur secara simbolis menyerahkan bantuan traktor roda dua kepada 10 kelompok tani yang tersebar di sembilan kecamatan.

Delapan kecamatan—Cibeber, Cijati, Kadupandak, Bojongpicung, Sukaluyu, Cidaun, Haurwangi, dan Warungkondang—masing-masing menerima satu unit. Sementara Kecamatan Karangtengah mendapatkan dua unit yang disalurkan kepada Gapoktan Sukabakti di Desa Sukasarana serta satu kelompok tani di Babakan Caringin.

Inna menambahkan, bantuan alsintan tersebut bersumber dari berbagai skema anggaran, mulai dari APBN, APBD Provinsi, hingga APBD Kabupaten. Meski demikian, seluruh penerima merupakan kelompok tani binaan.

“Setelah alat diterima, pengelolaannya sepenuhnya diserahkan kepada kelompok tani,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, tidak ada kewajiban bagi kelompok tani untuk menyewakan alsintan. Seluruh mekanisme penggunaan dan pemeliharaan diserahkan pada hasil musyawarah internal kelompok.

“Biasanya disepakati untuk biaya operasional seperti bahan bakar dan penggantian suku cadang. Tidak ada kewajiban harus disewakan,” katanya.

Tanggung jawab pemeliharaan pun berada di tangan kelompok tani penerima. Pemerintah berharap bantuan traktor tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk mempercepat luas tambah tanam dan mendongkrak produksi pertanian di Cianjur.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *