H. Inen Kembali Pimpin PGRI Cabang Cipanas, PGRI Cianjur Optimistis Seluruh Konfercab Rampung Sebelum Akhir 2025

Pendidikan118 Dilihat

CIANJUR, Reaksinusantaranews.com – H. Inen kembali terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Cipanas untuk masa bakti 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PGRI Cipanas yang dihadiri Pengurus PGRI Kabupaten Cianjur, Rabu (24/12/2025).

Konfercab tersebut diikuti tiga kandidat ketua dengan jumlah hak pilih sebanyak 59 suara, sesuai ketentuan AD/ART PGRI, yakni satu suara mewakili 20 anggota. Namun, sebelum proses pemilihan berlangsung, dua kandidat lainnya, Yuyun dan Darmawan, menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan. Dengan demikian, H. Inen ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi.

Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Cianjur, Jarwoto, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis seluruh pelaksanaan Konfercab PGRI di tingkat kecamatan akan rampung sebelum akhir tahun 2025.

“Kami menargetkan seluruh Konfercab PGRI cabang kecamatan selesai paling lambat 29 Desember 2025. Saat ini, Konfercab PGRI Cipanas merupakan yang ke-24 dari total 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Sisanya akan segera menyusul,” ujar Jarwoto.

Ia mengungkapkan sejumlah agenda perjuangan PGRI Kabupaten Cianjur, di antaranya mendorong guru P3K paruh waktu menjadi P3K penuh, serta P3K penuh menjadi PNS, memperkuat perlindungan hukum profesi guru, dan meningkatkan jumlah keanggotaan.

“Regenerasi keanggotaan menjadi target utama kami,” tegasnya.

Menurut Jarwoto, jumlah guru di Kabupaten Cianjur saat ini mencapai sekitar 41 ribu orang. Namun, yang tercatat sebagai anggota PGRI baru sekitar 7.200 guru. Selain itu, Cianjur juga masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, sementara cukup banyak guru yang belum berstatus P3K paruh waktu.

“Kendala lain adalah linieritas. Banyak guru yang masih menempuh pendidikan sarjana sehingga belum memenuhi klasifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, mayoritas anggota PGRI Kabupaten Cianjur berasal dari jenjang PAUD, SD, dan SLTP. Ke depan, pengurus PGRI kabupaten maupun cabang kecamatan dituntut bekerja lebih keras untuk memperluas penetrasi keanggotaan, khususnya ke jenjang SMA/SMK serta guru-guru swasta.

“Memang sosialisasi ke sekolah swasta belum dilakukan secara masif. Ini akan menjadi salah satu program prioritas PGRI ke depan,” pungkas Jarwoto.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *