Jambore Daerah Jabar 2025 Gerakan Pandu Siap I: Aktualisasi Generasi Muslim Menuju Indonesia Religius

Uncategorized67 Dilihat

CIANJUR — Dalam upaya menumbuhkan semangat kesiapsiagaan, kemandirian, dan kepedulian sosial sejak dini, Gerakan Pandu Siap terus digelorakan sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan tema “Jambore Daerah Jawa Barat Gerakan Pandu Siap I Tahun 2025: Aktualisasi Generasi Muslim Menuju Indonesia Religius.”

Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Jambore Daerah I Gerakan Pandu Siap Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar pada tanggal 19 hingga 21 di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan kepanduan sekaligus penguatan karakter generasi muda dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pandu Siap Jawa Barat, Agus Suparman, S.ST, menjelaskan bahwa jambore diikuti oleh peserta dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, sejumlah kabupaten/kota lainnya belum dapat berpartisipasi karena kendala teknis.

“Melalui kegiatan ini, peserta dibekali berbagai wawasan kepanduan dan dilatih untuk memiliki jiwa kemandirian, khususnya dalam kegiatan alam terbuka. Dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem, anak-anak dituntut mampu beradaptasi dan mandiri,” ujar Agus.

Ia menambahkan, materi kegiatan meliputi penjelajahan, pembinaan rohani (binroh), serta berbagai pelatihan kepanduan lainnya yang bertujuan membentuk karakter, mental, dan fisik peserta.

Terkait pemilihan lokasi di Kabupaten Cianjur, Agus menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan amanat hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta. Selain itu, secara geografis Cianjur dinilai strategis karena berada di wilayah tengah Jawa Barat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jambore merupakan agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pada prinsipnya, setiap musyawarah organisasi selalu diikuti dengan kegiatan jambore, meskipun pada pelaksanaan kali ini kegiatan tersebut digelar secara terpisah karena penyesuaian kondisi.

“Harapannya, sesuai dengan tema kegiatan, jambore ini mampu membentuk generasi muslim yang berkarakter positif, religius, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong perkembangan Gerakan Pandu Siap agar semakin meluas ke berbagai daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta asal SMP Cokro Aminoto Gekbrong, Solehudin, mengaku antusias mengikuti kegiatan jambore tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah.

“Kegiatannya seru, ada lomba PBB, pentas seni, dan kegiatan lainnya. Ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui jambore ini dirinya dapat meningkatkan keterampilan, membentuk karakter yang lebih baik, serta memiliki akhlak Islami sebagai bekal di masa depan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *