Optimalkan Peran Penilik, IPI Kabupaten Cianjur Gelar Rakerda Tingkatkan Mutu PAUD dan PNF

Daerah12 Dilihat

CIANJUR – Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Pengurus Daerah Kabupaten Cianjur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertama tahun 2026 di Gedung PGRI Cikadu, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kolaborasi antarpenilik dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pendampingan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF). Fokus utama yang diangkat yakni transformasi digital serta peningkatan kualitas lulusan.

Ketua IPI Kabupaten Cianjur, Rudi Hermawan, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan pendidikan nonformal saat ini semakin kompleks. Penilik, menurutnya, tidak lagi hanya berperan sebagai pengawas administratif, melainkan harus bertransformasi menjadi mentor sekaligus fasilitator bagi lembaga pendidikan.

“Rakerda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program kerja dengan kebijakan nasional, khususnya dalam penguatan literasi digital di lembaga kursus dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga fungsi utama dalam pendampingan yang menjadi fokus Rakerda, yaitu identifikasi masalah, berbagi praktik baik, serta pemberdayaan satuan pendidikan. Penilik diharapkan mampu membantu lembaga menemukan akar persoalan melalui analisis mendalam, membangun jejaring kolaboratif, serta mendorong kemandirian lembaga dalam meningkatkan kapasitasnya secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil diskusi komisi, terdapat tiga agenda prioritas IPI Kabupaten Cianjur selama satu tahun ke depan. Pertama, standardisasi akreditasi guna memastikan seluruh satuan PAUD dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) siap menghadapi siklus akreditasi terbaru. Kedua, peningkatan kompetensi penilik melalui workshop berkelanjutan terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Ketiga, penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI), guna mendukung penyerapan lulusan kursus.

Pembukaan Rakerda yang semula dijadwalkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur tidak dapat terlaksana karena berhalangan hadir. Acara kemudian diwakili oleh Camat Cikadu, Tonny Yuspardi, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi para penilik.

Ia menyebut penilik sebagai “ujung tombak” dalam penjaminan mutu pendidikan nonformal. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan serta kelancaran tugas para penilik di lapangan.

“Dengan peran strategis tersebut, kami berharap kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur terus meningkat,” pungkasnya.

Ikatan Penilik Indonesia (IPI) merupakan organisasi profesi yang menghimpun para penilik di seluruh Indonesia, dengan visi mewujudkan tenaga kependidikan yang profesional, bermartabat, dan sejahtera dalam mengawal mutu pendidikan nonformal.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *