Warga Gunung Gede Pangrango Desak Bupati Tepati Janji Tolak Geothermal

Bisnis, Sorot96 Dilihat

CIANJUR | Ratusan warga yang tinggal di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango kembali menggelar aksi untuk menolak rencana pembangunan proyek geothermal. Massa aksi mendatangi Pendopo Kabupaten Cianjur guna menagih janji Bupati Muhammad Wahyu, yang sebelumnya pernah menyatakan penolakan terhadap proyek tersebut dan mendukung pengembangan wisata alam.

Warga menilai proyek geothermal berpotensi merusak kawasan konservasi, mengancam kualitas sumber mata air, serta meningkatkan risiko bencana di wilayah yang sudah rawan gempa. Menurut mereka, Gunung Gede Pangrango merupakan ekosistem penting yang harus dijaga karena menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar.

Kekecewaan warga turut disampaikan oleh Deder, Koordinator Aksi. Ia menilai pemerintah daerah tidak konsisten terhadap komitmen yang pernah disampaikan.

“Kami sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk menanyakan bagaimana sebenarnya kepentingan pemerintah terhadap penolakan ini. Dulu saat kampanye, Bapak Bupati dan Bapak Aditya sudah menolak proyek ini dan memilih wisata alami. Tapi hari ini, ketika kami datang menagih janji, kami seperti ditertawakan dua kali. Pertama, Bupati tidak hadir. Kedua, beliau justru ingin menyampaikan kepentingan lain tanpa merespons aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Deder menambahkan bahwa warga telah melakukan berbagai upaya dalam 20 hari terakhir, termasuk mengirimkan surat resmi, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban yang jelas dari pemerintah daerah.

“Sekarang kami aksi lagi dan masih belum direspons. Ke depan, kami akan aksi ke tingkat provinsi dengan massa yang lebih banyak dan melibatkan tiga kabupaten: Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Semoga saja Bapak Bupati bisa memberikan respons yang jelas,” katanya.

Aksi ini merupakan lanjutan dari penolakan warga yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menyatakan sikap tegas dan memastikan rencana pembangunan geothermal di kawasan konservasi benar-benar dihentikan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *