SUKABUMI — Pameran Kemilau Batu Bercahaya yang digelar di Gedung Juang 45, Minggu (5/4/2026), menjadi ajang kebangkitan sekaligus promosi potensi batu akik lokal agar kembali dilirik pasar nasional hingga internasional.
Ketua penyelenggara, Rachmi, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan ragam bebatuan bernilai tinggi yang memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor. Dalam pameran tersebut, sebanyak 45 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian.
“Kita coba gabungkan 45 komunitas level nasional yang berpeluang untuk ekspor. Pesertanya berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujarnya.
Menurut Rachmi, sektor kerajinan batu juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), yang selama ini membina berbagai produk unggulan seperti batik, logam, hingga batu akik.
“Semua potensi itu akan kita inventarisasi, lalu ke depan kita dorong untuk dipromosikan secara bersama-sama agar lebih kuat di pasar,” jelasnya.
Pameran yang berlangsung selama satu hari ini juga menjadi momentum bagi komunitas pecinta batu akik untuk memperluas jejaring. Salah satunya melalui Komunitas Kapas yang diharapkan mampu menjadi motor promosi lebih luas di kalangan penghobi dan kolektor.
Rachmi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kota Sukabumi, bahkan tidak menutup kemungkinan masuk dalam agenda rutin tahunan.
“Ke depan bukan tidak mungkin kita susun kalender event yang lebih besar,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Batu Akik Sukabumi, Wandi Efendi yang akrab disapa Kawat, menilai pameran ini menjadi langkah penting untuk mengangkat kembali potensi UMKM batu akik yang sempat terabaikan.
“Sekarang pengrajin batu akik Sukabumi sudah punya wadah sendiri untuk memperkenalkan produknya, baik dari kota maupun kabupaten,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa eksistensi batu akik Nusantara hingga kini tetap terjaga, dengan aktivitas jual beli dan komunitas yang masih berjalan aktif.
Peserta pameran sendiri datang dari berbagai daerah seperti Sumedang, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Jakarta, Bogor, hingga Cianjur.
Dalam ajang ini, sekitar 120 jenis batu akik turut dilombakan, mulai dari Bacan hingga batu khas Garut dengan berbagai varian unggulan.
Menurutnya, batu-batu terbaik yang tampil di meja kontes merupakan pilihan dari koleksi terbaik para peserta.
“Yang tampil di meja kontes hari ini adalah jenis-jenis terbaik dari masing-masing daerah,” pungkasnya.










