Hasil Razia Knalpot Brong Disulap Jadi Tugu Ayam Pelung, Kapolda Jabar dan Wabup Cianjur Resmi Lakukan Peresmian

Daerah, Sorot73 Dilihat

CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polres Cianjur resmi meresmikan Tugu Ayam Pelung, sebuah monumen yang terbuat dari ribuan knalpot brong hasil razia kepolisian, pada Rabu (16/9/2026).

Acara peresmian ini berlangsung di depan Pos Pengamanan Cepu 9 atau tepat di area depan Hutan Kota Cianjur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe , Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P. Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T, unsur Forkopimda Plus, pimpinan TNI-Polri, para ulama, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas langkah inovatif Polres Cianjur yang mengolah hasil penindakan knalpot tidak standar menjadi sebuah karya seni monumental yang ikonik.

“Beberapa bulan terakhir razia knalpot brong sangat terasa di Cianjur. Langkah Polres Cianjur mengumpulkan knalpot hasil razia dan menjadikannya monumen ini luar biasa. Bentuk Ayam Pelung ini betul-betul melambangkan identitas Kabupaten Cianjur selain tauco dan tiga pilar budaya kita,” ujar Abi Ramzi.

Ia menambahkan, penertiban knalpot brong merupakan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya harapan masyarakat akan kenyamanan dan ketertiban lingkungan. Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, ulama, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah Cianjur yang sangat luas.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., dalam arahannya menyoroti fenomena sosial di balik penggunaan knalpot brong dan kenakalan remaja dari kacamata kriminologi. Menurutnya, tindakan menyimpang sering kali dipicu oleh kurangnya perhatian serta faktor lingkungan.

“Penggunaan knalpot bising oleh anak-anak remaja salah satunya adalah bentuk pencarian perhatian. Penanganan masalah ini tidak bisa hanya dari hilir, tetapi harus menyentuh akar masalahnya. Peran orang tua, guru di sekolah, ulama, dan lingkungan sangat krusial dalam membimbing generasi muda kita,” tegas Kapolda.

Kapolda Jabar juga mendorong jajarannya untuk terus mengedepankan prinsip kerja yang adaptif dalam menghadapi dinamika masyarakat modern, khususnya generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha, guna menghadirkan pelayanan kepolisian yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Melalui peresmian Tugu Ayam Pelung ini, diharapkan dapat menjadi pemicu kesadaran masyarakat khususnya para pengguna jalan akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan saling menghargai kenyamanan bersama.

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh unsur Forkopimda dan peninjauan langsung fisik Tugu Ayam Pelung yang kini berdiri kokoh di perapatan depan kawasan Hutan Kota Cianjur.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed