SUKABUMI — Festival Bonsai yang digelar di Alun-Alun Jampangtengah resmi dibuka Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sabtu (19/9/2026). Selain menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-156 Kabupaten Sukabumi, kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang promosi potensi tanaman hias sekaligus penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Bupati H. Asep Japar menilai bonsai tidak lagi sebatas hobi bagi para penghobi tanaman hias. Menurutnya, perkembangan komunitas dan pasar bonsai membuka peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat.
“Di era modern ini, bonsai telah bermutasi menjadi sebuah ekosistem ekonomi kreatif dan komoditas hortikultura yang sangat strategis,” ujar Asep Japar.
Ia mengatakan, pameran dan kontes bonsai dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi tanaman hias Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Pengembangan sektor tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak hanya memperkuat keberadaan komunitas bonsai, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta mendukung sektor pariwisata daerah.
Festival Bonsai Jampangtengah terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan komunitas Rumah Bonsai Indonesia (Rubi) Kabupaten Sukabumi yang diketuai Wahyu Kurniawan.
Camat Jampangtengah Ikhsan Muchlis Sani mengatakan, festival tersebut menjadi ruang bagi para pengrajin dan pecinta bonsai untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan potensi tanaman hias yang ada di wilayah Jampangtengah.
“Mudah-mudahan nanti kalau orang luar, seperti orang Jakarta, mencari bonsai itu ingatnya adalah Kabupaten Sukabumi,” harapnya.
Tak hanya festival bonsai, rangkaian kegiatan juga diisi sejumlah pelayanan publik. Di antaranya layanan kesehatan gratis, pasar pangan murah, pelayanan administrasi kependudukan, serta pelayanan pajak kendaraan bermotor keliling.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, kursi roda, intervensi penanganan stunting, hingga bantuan tanggap darurat bagi warga Desa Nangerang yang terdampak musibah kebakaran.
Bupati Asep Japar berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ngalongok dulur di lembur, ngaraketkeun silaturahmi, babarengan ngawangun Sukabumi anu Mubarokah,” pungkasnya.









